Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-20 01:38:37【Kabar Kuliner】732 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(23)
Artikel Terkait
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- Menyongsong kewajiban adopsi teknologi manufaktur
- Bupati Banyuwangi ingatkan SPPG utamakan kualitas makanan program MBG
- Dompet Dhuafa salurkan 3.840 paket bantuan pangan untuk Palestina
- China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka
- Khofifah optimistis integrated farming Pasuruan dongkrak produksi susu
- Ini 11 penyakit yang dinyangakan ngak lolos syarat kesehatan jamaah haji
- Polres Ponorogo bangun tiga dapur SPPG dukung program MBG
- BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III
- Kiat mengonsumsi ramen dengan pilihan lebih sehat
Resep Populer
Rekomendasi

Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua

BGN proses penonaktifan pelaku pelecehan verbal pegawai SPPG

Ngak perlu biaya mahal, Ini cara bikin "black garlic" sendiri di rumah

Masyarakat lepas liar 20 ribu tukik di Paloh Kalbar

SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis

Perpaduan Roti dan Pengobatan Tradisional China Makin Populer di China

Tujuh aktivitas seru untuk ramaikan Halloween 2025

Polres Serang relokasi gelombang kedua warga terdampak radioaktif